Terzic Athletic: Pelatih pengganti Valverde yang sempat berkonsultasi dengan Flick

terzic athletic - ilustrasi berita Terzic Athletic: Pelatih pengganti Valverde yang sempat berkonsultasi dengan Flick

Terzic Athletic ditunjuk menggantikan Valverde usai kontak di Dortmund dan diskusi dengan Hansi Flick; kini ia hadapi klub tanpa banyak transfer besar.

0 0
Read Time:2 Minute, 58 Second

Terzic Athletic muncul sebagai pilihan utama bagi manajemen klub ketika masa depan Ernesto Valverde di San Mamés belum pasti. Kontak pertama terjadi di Dortmund pada Oktober lalu, saat Athletic berkunjung untuk pertandingan Liga Champions, dan pertemuan itu menumbuhkan rasa saling tertarik antara kedua belah pihak.

terzic athletic - ilustrasi berita Terzic Athletic: Pelatih pengganti Valverde yang sempat berkonsultasi dengan Flick

Pencarian pengganti dimotori oleh Mikel González, direktur olahraga, dan kemudian didukung oleh pertemuan tertutup di Madrid yang dipimpin oleh Jon Uriarte dan Jon Berasategi. Dari pertemuan-pertemuan itu, kubu Bilbao kembali yakin bahwa Edin Terzic adalah kandidat yang tepat untuk tugas berat menggantikan sosok legenda klub.

Terzic Athletic: latar belakang dan pendekatan

Edin Terzic, pelatih asal Jerman berusia 43 tahun dengan ayah asal Bosnia dan ibu asal Kroasia, dikenal sebagai figur yang metodis dan disiplin. Sebelum tiba di San Mamés, karier kepelatihannya sebagai pelatih kepala terikat pada Borussia Dortmund, klub yang ia pimpin pertama kali sebagai pelatih interim dan kemudian selama dua musim penuh. Ia juga sempat bekerja bersama pelatih-pelatih seperti Jürgen Klopp, Slaven Bilic, dan Lucien Favre.

Terzic sempat mundur dari kursi kepelatihan setelah kekalahan di final Liga Champions 2024 melawan Real Madrid, memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Mengenai keputusan itu, ia pernah mengatakan bahwa ia sedang menjalani fase hidup dengan anak-anak kecil, dan untuk meninggalkan “pulau kebahagiaan” itu diperlukan sebuah kesempatan yang benar-benar istimewa.

Pencarian dan proses pendekatan

Proses perekrutan berjalan cukup cepat setelah indikasi bahwa musim panas ini bisa menjadi momen perpisahan Valverde. Nama Terzic menonjol di antara kandidat yang dibahas oleh manajemen. Selain kontak awal di Dortmund, delegasi Athletic melakukan pertemuan yang sangat rahasia di Madrid—sebuah langkah yang membuat mereka semakin mantap pada pilihan terdepan tersebut.

Kedekatan antara pihak klub dan pelatih juga diperkuat oleh kesan bahwa Terzic menghormati tradisi dan simbol-simbol klub Basque; pada saat presentasinya ia bahkan sempat menyapa dengan beberapa kata dalam bahasa Euskara, menegaskan kesadaran akan nilai-nilai budaya di Bilbao.

Pertemuan dengan Flick dan kunjungan ke pusat latihan

Terzic sendiri menjelaskan bahwa kunjungan-kunjungan semacam itu bertujuan untuk memahami perubahan-perubahan profesional yang dialami pelatih ketika berpindah antara kompetisi seperti Bundesliga dan LaLiga: “Saya ingin tahu apa saja yang berubah dalam hidupnya ketika bekerja dulu di Bundesliga lalu di Liga,” ujarnya, menjelaskan motif pertemuan-pertemuan tersebut.

Tantangan di San Mamés tanpa banyak pembelian

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Terzic adalah kondisi skuad Athletic musim ini. Klub menerapkan kebijakan transfer yang ketat sehingga tidak melakukan banyak pembelian, hanya merepatriasi beberapa pemain pinjaman seperti Canales, Djaló, Rincón, dan Gerenabarrena. Hal ini memaksa sang pelatih bekerja dengan materi pemain yang relatif serupa dengan musim sebelumnya.

Selain itu, tugas menggantikan Valverde bukan perkara mudah: Valverde dianggap sebagai sosok yang mengakhiri dahaga gelar dan mengembalikan pesta gabarra ke ria Nervión setelah puluhan tahun. Harapan dan tekanan di pundak pelatih baru jelas sangat besar.

Awal yang berat dan gaya kerja Terzic

Di laga pembuka, Terzic belum bisa menghadirkan hasil yang diharapkan. Kesalahan individu dari Simón dan Areso serta kartu merah kontroversial untuk Yuri berkontribusi pada kekalahan 1-3 dari Sevilla di San Mamés. Hasil itu menandai start yang sulit bagi pelatih baru dan memperlihatkan pekerjaan besar yang harus dilakukan.

Salah satu hal yang menarik adalah bahwa kesempatan berlaga melawan Barcelona akan mempertemukannya kembali dengan Hansi Flick, namun kali ini dalam konteks persaingan kompetitif di lapangan, bukan kunjungan belajar. Bagaimanapun, perjalanan Terzic bersama Athletic baru dimulai dan banyak tantangan yang menantinya di musim ini.

About Post Author

carlos munoz

Wartawan sepak bola asal Madrid yang sering meliput El Clásico. Memiliki latar belakang sebagai analis taktik untuk televisi Spanyol.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %