Pembalap Muda Malta Berjuang Raih Kontrak Moto3 untuk Musim 2027

kontrak moto3 - ilustrasi berita Pembalap Muda Malta Berjuang Raih Kontrak Moto3 untuk Musim 2027

Pembalap muda Malta Travis Borg berjuang finis Top-3 di MotoJunior untuk raih kontrak Moto3 dan bisa tampil di FIM Moto3 World Championship pada 2027.

0 0
Read Time:3 Minute, 33 Second

Travis Borg, pembalap muda asal Malta, tengah membidik peluang mendapatkan kontrak Moto3 untuk turun di FIM Moto3 World Championship pada musim 2027. Untuk mewujudkan target itu, dia harus finis di posisi tiga besar klasemen di ajang tingkat junior yang dia ikuti musim ini.

kontrak moto3 - ilustrasi berita Pembalap Muda Malta Berjuang Raih Kontrak Moto3 untuk Musim 2027

Saat ini Borg, 17 tahun, menempati peringkat kedua klasemen FIM MotoJunior World Championship di tengah musim, posisi yang memberinya kesempatan langsung menandatangani kontrak Moto3 jika dia mampu mempertahankannya hingga akhir musim. Kehadiran kata “kontrak Moto3” menjadi fokus utama perjuangannya musim ini.

Syarat Raih Kontrak Moto3

Borg menjelaskan bahwa aturan yang berlaku membuka jalan bagi pembalap muda untuk mendapatkan promosi asalkan mereka finis di antara tiga besar klasemen MotoJunior atau kompetisi junior setara. “Saya saat ini berada di peringkat dua di MotoJunior dan jika saya finis di Top-3, maka saya akan mendapat kesempatan menandatangani kontrak untuk Moto3 di kejuaraan dunia MotoGP,” ujarnya.

Posisi itu sangat krusial karena Borg belum genap 18 tahun. Jika ia gagal masuk Top-3 di salah satu dari dua kompetisi junior yang diikutinya—FIM MotoJunior dan Red Bull MotoGP Rookies Cup—maka ia harus menunggu sampai ulang tahunnya ke-18 pada Juli tahun depan, yang berisiko membuatnya melewatkan hampir setengah musim Moto3.

Prestasi Musim Ini dan Target

Di musim perdananya tampil di kedua kejuaraan bergengsi ini, Borg sudah mengumpulkan empat podium di MotoJunior dan satu podium di Red Bull Rookies Cup. Dari 24 pembalap yang berlaga di MotoJunior, ia berada di posisi kedua, sedangkan di Rookies Cup ia menempati urutan ke-11 dari 26 peserta.

Borg mengaitkan peringkat ke-11 di Rookies Cup dengan “beberapa nasib sial” yang menimpanya sepanjang musim. Meski begitu, catatan empat podium di MotoJunior memberinya modal kuat untuk mempertahankan peluang ke Moto3. Dia menyatakan bahwa tujuannya adalah berjuang untuk gelar dan tidak terganggu tekanan eksternal dari pendukung atau ekspektasi keluarga.

Awal Karier dan Pengorbanan Keluarga

Perjalanan Borg menuju kompetisi dunia dimulai sejak usia sangat dini. Ia mendapat mini moto listrik dari ayahnya ketika masih berusia tiga tahun dan sejak itu terus menekuni dunia motor. Setelah mengikuti motocross sejak usia sembilan hingga sekitar tiga tahun, Borg mulai meraih hasil yang menonjol di sirkuit regional, termasuk kemenangan penting di Sisilia pada usia 12 tahun.

Keseriusannya membawa langkah besar: pada usia 13 tahun, Borg dan orang tuanya pindah ke Spanyol agar dia bisa berlatih dan berlaga secara profesional. Keputusan itu mengharuskannya meninggalkan dua kakaknya di Malta demi mengakses fasilitas dan kompetisi yang memadai.

Tantangan Tanpa Sirkuit di Malta

Salah satu aspek yang berulang kali disorot Borg adalah tidak adanya sirkuit profesional di Malta. Ia menggambarkan bagaimana masa kecilnya menghabiskan waktu berlatih di lintasan kendali jarak jauh (RC) di Ta’ Qali yang secara fisik terlalu kecil untuk dianggap sirkuit sejati namun menjadi satu-satunya tempat aman untuk mengendarai mini moto.

Borg menyesalkan janji pembangunan sirkuit nasional yang hingga kini belum terealisasi. Ia mengatakan, “Itu tidak pernah terjadi, sepertinya mereka melupakan hal itu.” Tanpa sirkuit lokal, pembalap muda harus pergi ke luar negeri, misalnya ke Sisilia, untuk berlatih dengan aman. Hal ini juga berdampak pada kurangnya perhatian dan sponsor di Malta karena motor sport tidak mendapat eksposur yang sama seperti di negara-negara dengan tradisi balap yang kuat.

Biaya, Sponsor, dan Dukungan

Mengelola karier balap membutuhkan dukungan finansial besar, mulai dari bahan bakar, perawatan motor, hingga biaya tim. Borg saat ini memiliki sponsor seperti VisitMalta, Attrans Ltd, dan Enemed yang membantu menopang kegiatan balapnya. Ia menyadari pengorbanan yang dilakukan orang tuanya untuk membiayai mobilitas dan pelatihannya di luar negeri.

Borg juga menekankan bagaimana tekanan untuk tampil baik muncul dari kesadaran bahwa banyak pihak telah berinvestasi untuk kariernya. Cara ia mengatasi tekanan itu adalah dengan menjaga pikiran tetap kosong dan fokus melakukan yang terbaik di lintasan.

Langkah ke Depan

Meski menghadapi hambatan usia dan infrastruktur, Travis Borg menunjukkan bahwa dia termasuk di antara bakat muda paling menonjol di lintasan internasional. Jika ia berhasil mempertahankan atau meningkatkan posisinya hingga finis di Top-3 MotoJunior musim ini, jalan menuju kontrak Moto3 terbuka lebar untuk musim 2027. Bila tidak, ia harus menunggu hingga genap 18 tahun pada Juli mendatang dan kemungkinan baru bisa turun penuh di Moto3 setelah itu.

Untuk saat ini, Borg tetap fokus pada kompetisi, memperbaiki performa, dan berharap pengalaman musim pertamanya di kejuaraan junior bisa menjadi batu loncatan menuju level yang lebih tinggi di dunia balap motor.

About Post Author

marco vieri

Jurnalis balap motor dari Italia yang telah mengikuti MotoGP selama 10 tahun. Spesialis dalam analisis teknis mesin dan strategi balap.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %