Betis Terima Lima Gol Kebobolan dan Kalah Telak di Pekan Ketiga
Betis kembali menderita lima gol kebobolan, kalah 5-2 dari Levante di pekan ketiga. Pertahanan rapuh mengulang insiden kebobolan lima gol musim lalu.
Betis kembali mengalami malam yang berat setelah kebobolan lima gol, kalah 5-2 dari Levante dalam laga pekan ketiga. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi tim asuhan saat ini dalam musim yang baru berjalan.

Sebelum bentrokan melawan Levante, Betis sempat menjaga gawangnya tetap perawan dalam dua laga sebelumnya menghadapi Real Sociedad dan Valencia. Namun, dalam pertandingan ini pertahanan runtuh dengan tim menerima dua gol di babak pertama dan tiga gol tambahan di babak kedua.
Kekalahan telak di pekan ketiga
Kekalahan 5-2 itu menandai hasil paling berat bagi Betis sejauh musim ini. Setelah memulai musim dengan dua laga yang berakhir tanpa kebobolan, tim harus menanggung konsekuensi ketika lini belakang gagal meredam serangan lawan. Skor mencerminkan dominasi Levante dalam pertandingan tersebut dan menunjukkan betapa rapuhnya pertahanan Betis pada hari itu.
Masalah lini belakang yang kembali muncul
Conceding dua gol di babak pertama lalu tiga gol di babak kedua menyoroti inkonsistensi sistem pertahanan Betis. Tim sempat menunjukkan kestabilan di dua pertandingan pembuka, namun performa melawan Levante membuka kembali luka lama yang pernah muncul pada musim sebelumnya. Kekalahan ini menggarisbawahi bahwa perbaikan jangka pendek yang dibuat belum cukup untuk menutup celah di belakang.
Lima gol kebobolan: kilas musim lalu
Penerimaan lima gol bukanlah hal baru bagi Betis dalam beberapa waktu terakhir. Musim lalu, tim pernah kebobolan lima gol dalam tiga kesempatan yang tercatat: dua di LaLiga melawan Barcelona dan Real Madrid, serta sekali dalam eliminasi perempat final Copa del Rey saat menghadapi Atlético de Madrid. Insiden-insiden itu kini terulang kembali, yang menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi pertahanan klub.
Rangkaian hasil besar yang tercatat
Catatan menunjukkan bahwa untuk menemukan pertandingan terakhir di mana Betis kebobolan lima gol, harus kembali ke 5 Februari ketika tim yang diasuh oleh Diego Simeone memenangkan laga dengan skor 0-5 di Stadion La Cartuja dan melaju ke semifinal. Dalam konteks LaLiga, jumlah kebobolan serupa terakhir kali terlihat pada laga pembuka tahun 2026, ketika Betis tumbang 5-1 di markas Real Madrid, Santiago Bernabéu.
Sebelumnya lagi, pada awal Desember musim lalu, Barcelona berhasil mencetak lima gol di Stadion La Cartuja dalam pertandingan yang berakhir 5-3. Pertandingan itu, yang terjadi pada jornada ke-15, juga menjadi pengingat bahwa Betis pernah kebobolan dalam jumlah besar dalam kompetisi domestik notabene di hadapan suporter sendiri.
Tekanan pada staf kepelatihan dan evaluasi skuad
Kekalahan telak ini akan menambah tekanan terhadap staf pelatih untuk segera mengevaluasi skema defensif dan susunan pemain. Setelah menunjukkan kemampuan menjaga gawang pada dua laga sebelumnya, tim harus mencari langkah perbaikan yang lebih permanen agar tidak kembali mengalami kehancuran serupa di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Manajemen dan pelatih dihadapkan pada tugas memperbaiki koordinasi lini belakang, sekaligus merumuskan solusi taktis yang mampu menutup lubang pertahanan. Sementara itu, para pemain bertahan perlu menunjukkan tanggung jawab kolektif agar hasil buruk seperti ini tidak berulang dalam kompetisi domestik yang masih panjang.
Dengan musim baru yang masih awal, pertandingan-pertandingan mendatang akan menjadi penentu kemampuan Betis untuk bangkit. Namun, kekalahan 5-2 ini menjadi peringatan keras bahwa pekerjaan besar menunggu di balik ambisi tim pada kompetisi musim ini.
